Selasa, 12 Februari 2013

Penilaian Belajar yang Efektif



Penilaian merupakan aspek penting dalam pelaksanaan pendidikan. Penilaian menjadi acuan bagi sekolah, guru, siswa dan orang tua untuk melakukan evaluasi terhadap proses belajar, kompetensi guru, konsep sekolah, program serta kurikulum. Ada 12 prinsip dasar penilaian belajar yang efektif, yaitu:
  1. Penilaian bertujuan untuk membantu siswa belajar. Dalam pendidikan, penilaian memiliki dua tujuan utama yaitu sebagai bagian dari sistem pengakuan keberhasilan pencapaian akademik dan membantu perkembangan belajar siswa. Kedua tujuan tersebut saling terkait, akan tetapi ulangan harian merupakan penilaian yang paling efektif terhadap proses pembelajaran harian.
  2. Penilaian harus konsisten dan sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Tujuan dari penilaian harus meliputi kemampuan pemahaman materi/konsep, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta perilaku.
  3. Jenis penilaian sebaiknya bervariasi dan disesuaikan dengan kompetensi dasar yang ditargetkan. Jenis penilaian bisa dilaksanakan secara tertulis, lisan, praktik, ataupun hasil karya siswa.
  4. Sebelum melakukan penilaian sebaiknya guru menjelaskan secara rinci tentang topik, standar penilaian yang dibuat, jadwal pengumpulan, bobot penilaian, prosedur pengumpulan, konsekuensi keterlambatan, konsekuensi mencontek, dan sebagainya. Siswa harus mengetahui secara pasti apa yang harus dilakukan untuk mencapai standar penilaian yang diharapkan oleh guru. Saat memberikan penilaian perhatikan pula keaslian hasil pekerjaan siswa, kreativitas, perkembangan tingkat kemampuan berpikir, serta kemajuan hasil belajar siswa.
  5. Kriteria penilaian harus rinci, transparan dan terukur. Berikan contoh cara penilaian agar siswa dapat mengukur kemampuannya dalam mencapai standar nilai yang diharapkan oleh guru.
  6. Berikan masukan/saran kepada siswa berdasarkan hasil penilaian. Sarannya berupa teknik  memperbaiki kegagalan (strategi), pemetaan masalah (pemahaman materi, ketelitian, kesulitan pemahaman soal, beban tugas, dan lain-lain). 
  7. Dalam memberikan standar penilaian sebaiknya tidak terlalu tinggi  dan rumit bagi siswa. Hal ini hanya akan menurunkan minat belajar siswa, kurang produktif saat mengerjakan tugas/soal, serta hilangnya motivasi.
  8. Penilaian harus didasarkan pada kepedulian membantu siswa untuk memberikan pembenaran hasil kerja bukan untuk mencari kesalahan/kekurangan. Pelaksanaan penilaian harus beralasan, mudah dilakukan, adil,  transparan, serta obyektif.
  9. Membuat prosedur, konsekuensi dan komitmen untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan (mencontek/menjiplak).
  10. Untuk penilaian kelompok harus dipikirkan secara matang, hati-hati, serta terstruktur. Tentukan tujuan penilaian kelompok (kerja sama, kepemimpinan, kontribusi, komunikasi, dll). Kriteria penilaian harus efektif dan sepadan dengan hasil kerja kelompok ataupun anggotanya.
  11. Saat merencanakan dan memberikan tugas perhatikan kemampuan siswa yang beragam.
  12. Menganalisa hasil kerja siswa secara sistematis akan membantu guru dalam mengevaluasi pencapaian target kurikulum yang telah ditetapkan. Hal tersebut berupa perbaikan dan peningkatan metode mengajar, program pengajaran, metode penilaian, serta strategi belajar yang efektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar